Posted by : Unknown Sabtu, 19 Oktober 2013

Pos 2 gunung Sindoro


Setelah baru saja turun dari Cikuray, dua minggu yang lalu. Kini saya kembali naik gunung lagi bertepatan dengan libur harpitnas sebelum Idul Adha. Pendakian ini merupakan pendakian double S alias pendakian (Sindoro-Sumbing) yang lokasi gerbang pendakiannya ternyata berdekatan. Bermula di hari Jumat 11 Oktober 2013 pukul 18.00 saya sudah sampai di pool bis Budiman yang berada di daerah Cibiru, Bandung. Setelah menunggu 15 menit, rekan - rekan saya akhirnya datang juga. Mereka adalah anggota Pencinta Alam Kampus yang berjumlah 3 orang dan 1 orang sama sepertiku, freelance.

Jalur pendakian Sindoro

Sial. kami ternyata mendapatkan bis terakhir, dan sialnya lagi, hanya ada dua kursi yang kosong. Terpaksa kami harus bergantian duduk di kursi selama perjalanan menuju Wonosobo, dan orang yang belum dapat giliran duduk di kursi terpaksa duduk di lantai bis. Perjalanan yang panjang dan berkelok - kelok membuat percobaan muntah saya hampir saja berhasil. Namun akhirnya pada tanggal 12 Oktober 2013 hari Sabtu pukul 04.00 tiba juga di terminal Wonosobo.

Terminal Wonosobo
Setelah di terminal kami pun langsung berangkat menuju pos Kledung dengan menaiki minibus. Pemandangan menuju pos pendakian Sindoro masih sangat pagi sehingga kami tidak bisa melihat suasana sekitar. Namun beruntungnya, ketika sunrise tiba, terlihatlah dua buah gunung yang sangat indah Sindoro dan Sumbing saling berhadapan satu sama lain. 
Suasana pagi di Kledung (itu Sindoro)
Kami mengisi perbekalan terlebih dahulu sambil mengisi perut (sarapan). Karena untuk menghemat tenaga dan logistik untuk pendakian Sumbing yang elbih berat, kami memutuskan untuk melakukan pendakian tik - tok alias langsung muncak, langsung turun. Bermula di basecamp ini.
Di depan basecamp Sindoro
Perjalanan pun dimulai pada pukul 08.00, kami memutuskan untuk tidak membawa tenda. Hanya jas hujan dan peralatan memasak dan makan saja. Di perjalanan menuju pos 1. Masih didominasi oleh ladang penduduk. Disini perjalanan masih enjoyable tanpa kehilangan banyak tenaga. Dan akhirnya sampai di pos 1.
Pos 1 gunung Sindoro
Ternyata masih ada jasa ojek hingga pos 1 ini. Banyak tukang ojek yang mangkal disini untuk mengantar pendaki yang kelelahan ketika turun. Pos 1 ini merupakan perbatasan antara ladang penduduk dengan hutan. Ketika memasuki hutan, kami mulai menemui banyak pendaki yang sama - sama berangkat hari itu. Hutan di Sindoro masih cukup lebat dan terdapat banyak jalur air, namun tidak ada air sama sekali. Kemudian sampailah kami di pos 2.
Gambar pos 2 Sindoro
Di pos dua kami mulai merasakan lelah. Setelah berbagi coklat kami pun melanjutkan perjalanan. setelah pos 2 ini jalur pendakian mulai menanjak dengan batu - batuan dan mulai keluar dari hutan. Saat itu kabut mulai datang namun tidak begitu lebat. Sampailah kami di Pos 3.
Pos 3 gunung Sindoro
Pos 3 ini merupakan tempat favorit untuk membuka tenda. Tempatnya yang luas dan datar sangat nyaman. Kami sudah menghabiskan waktu 3.5 jam perjalanan. Waktu menunjukkan pukul 11.43. Kami memutuskan untuk makan siang sejenak. 
Makan siang untuk kelangsungan hidup
Setlah kenyang, kami melanjutkan perjalanan pukuk 12.15.mnyusuri sabana berbatu dan hutan lamtoro. Cuaca saat itu sangat berkabut namun tidak hujan. Pemandangan gunung Sumbing di belakang kami pun tidak terlihat karena kabut yang tebal. Sementara suhu semakin dingin.
Tebalnya kabut saat itu
Track sangat menanjak dengan bebatuan. Kami beberapa kali terpisah karena kelelahan. Namun orang yang berjalan paling depan tetap menunggu bila jarak dirasa terlalu jauh. Perjalanan ke puncak semakin tebal dan sempat beberapa butir air jatuh dari langit (gerimis) namun sebentar saja. Akhirnya sampai juga di pos 4 pukul 13.45.
Pos 4 gunung Sindoro
Wajah yang kelelahan dibayar oleh kenyataan bahwa kami sudah berapda di ketinggian 2850 mdpl, itu berarti tinggal 300 meter ke atas lagi. Disini kami istirahat agak lama hingga sempat salah satu rekan kami tertidur karena sangat melelahkan. 
menuju puncak

Perjalanan pun dimulai kembali memasuki hutan lamtoro dan bebaruan yang semakin besar. Rumput - rumput sabana yang indah banyak ditemui. Kabut mulai memudar dan dan sinar matahari akhirnya muncul juga. Akhirnya pada pukul 15.15 kami berhasil sampai di puncak.
cool
Makan dulu

Bersama kawah gunung Sindoro

Foto bareng di Puncak
Setelah mengisi perut dengan mi instan, kami memutuskan untuk turun kembali. Menjelang sore / sunset. awan pun menghilang, dan akhrinya kami bisa melihat gagahnya gunung Sumbing dari sana.
Sumbing


Perjalanan turun yang lebih berat karena malam hari dan senter hanya ada 2 buah, kami memilih untuk jalan lambat. Sampai Salmon, ketua tim terkilir kakinya. 
Dipijat
Pukul 20.30 kami akhrinya sampai di basecamp dan langsung menonton pertandingan Indonesia vs Korea Selatan yang dimenangi oleh Indonesia dengan skor 3-2 tersebut.

Sekian, sampai jumpa di pendakian berikutnya.










Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Telegram

Popular Post

- Copyright © The21ers -kebomarcuet- Powered by Blogger -